Breaking

Selasa, 23 April 2019

Tips Mengenali Faktor Penyebab danSolusi Mengatasi Alergi pada Anak

Tips Mengenali Faktor Penyebab danSolusi Mengatasi Alergi pada Anak


Alergi pada anak adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan oleh orang tau. Alergi anak adalah reaksi sistem kekebalan terhadap zat asing yang dihirup, disuntikkan, ditelan, atau bahkan disentuh. Orang tau harus memperhatikan hal ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, mencari informasi mengenai alergi anak bisa dengan berkonsultasi dengna dokter anak terdetak atau mengunjungi link ini https://www.generasimaju.co.id/alergianak/kenali, terdapat banyak informasi mengenai kesehatan anak-anak.

Walaupun umum terjadi pada anak, menentukan apa yang menyebabkan alergi pada bayi seringkali tidak mudah. Sebenarnya faktor apa yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi dan jenis perawatan apa?

Tips Mengenali Faktor Penyebab danSolusi Mengatasi Alergi pada Anak
Berikut ini beberapa faktor Penyebab alergi pada anak
  1. Beberapa makanan yang paling sering menyebabkan alergi termasuk kacang-kacangan, susu, telur, kerang, dan ikan. Sementara itu, alergi yang disebabkan oleh lingkungan, biasanya terjadi ketika si kecil menginjak usia 18 bulan. Pada usia itu, anak-anak dapat menunjukkan alergi terhadap benda-benda yang ada di dalam atau di luar ruangan, seperti serbuk sari, tungau, bulu hewan, jamur, dan kecoak.
  2. Faktor bawaan (genetik) sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi. Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka bayi bisa berisiko mengalami alergi hingga 70%. Faktor lain yang sering menyebabkan alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan. Alergi karena lingkungan itu sendiri lebih jarang daripada alergi yang disebabkan oleh makanan.
  3. Ada juga beberapa penyebab alergi lainnya pada bayi. Misalnya, gigitan serangga dapat menyebabkan kulit membengkak, gatal, dan memerah. Lalu ada obat-obatan dan bahan kimia tertentu, seperti deterjen, yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.

Adapun gejala - gejala Alergi pada Bayi
Jika Anda menderita alergi karena salah satu faktor di atas, bayi biasanya akan menunjukkan gejala berikut:
  1. Pembengkakan pada wajah, bibir dan lidah.
  2. Muntah - muntah
  3. Diare (mencret-mencret)
  4. Gatal - gatal atau kulit memiliki lecak menyerupai bekas luka.
  5. Sering Batuk atau bersin - bersin.
  6. Kulit memerah.
  7. Kesulitan bernafas.
  8. Hilang Kesadaran atau pingsan.

Solusi Terbaik untuk Mengatasi Alergi pada Anak
Solusi atau Cara terbaik untuk mengatasi alergi adalah dengan mengetahui penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa menghindari bayi dari paparan pemicu alergi (alergen), sehingga reaksi alergi tidak muncul.

Jika makanan mungkin menjadi penyebabnya, maka tunda pemberian makanan yang berpotensi menyebabkan alergi pada bayi, terutama kacang-kacangan. Pendapat dokter harus digunakan sebagai referensi jika Anda ragu memberikan makanan yang dapat menyebabkan alergi. Sementara itu, untuk menghindari bayi dari debu dan alergi kutu dapat dilakukan dengan menjaga tempat tidur, kamar dan mainan si kecil bersih. Begitu juga dengan alergi yang disebabkan oleh jamur dan kecoak. Juga hindari merokok di dekat bayi.

Pada dasarnya alergi pada bayi tidak terjadi begitu saja, tetapi butuh waktu. Semakin sering bayi bersentuhan dengan alergen atau alergen, semakin cepat ia akan menyebabkan reaksi alergi. Ini terjadi karena tubuh memiliki ambang toleransi, yang merupakan batas tertinggi tubuh untuk menerima paparan. Jika paparan yang dialami berlebihan, itu akan memicu reaksi dari sistem pertahanan tubuh dan alergi akan terjadi.

Jadi jangan heran jika bayi Anda awalnya tidak alergi terhadap serbuk sari atau rambut kucing, tetapi beberapa waktu kemudian akan mengalami reaksi alergi setelah terkena beberapa kali. Ada jeda waktu tertentu yang dibutuhkan oleh alergen untuk membuat kekebalan tubuh bereaksi terhadapnya.
Jika ada alergi pada bayi, maka obat-obatan yang biasa digunakan adalah antihistamin dan kortikosteroid. Tentu saja penggunaan obat-obatan ini harus di bawah pengawasan dokter atau dokter anak.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact